Mau kerjaan gak dikejar deadline? Ikuti aturan berikut ini, agar menjadi penjahit tepat waktu
Pasal 1.
Meskipun bermacam model diterima, Penjahit paling suka pilih yang mudah.Yang mudah dipotong dulu, model susah ditenggelamkan. Hindari kebiasaan ini!Pasal 2.
Kalau teman-teman bisa beli handphone, bisa beli motor, bisa beli perhiasan, bisa menabung. Bisakah teman-teman menyediakan uang untuk kebutuhan rumah tangga 1 bulan kedepan? Agar tidak ada alasan bagi kita mendahulukan pekerjaan yang mudah, menerima order kilat, dengan alasan butuh uang segera? Mendahulukan order mudah yg belum waktunya, menerima order kilat karena butuh uang, adalah alasan klasik yang bisa merusak manajemen order.Pasal 3.
Kosongkan tanggal jadi order, satu minggu dalam satu bulan. Kenapa? Kita seringkali berhitung matematis. Jika sehari kita mampu menjahit 3 baju, maka dalam sehari kita bisa menerima order 3 baju juga. Senin 3, selasa 3, rabu 3, dst......Pernahkah kita berhitung juga, jika ada tetangga atau kerabat meninggal, jika listrik padam, jika penjahit kita bolos, kita sendiri sakit, dst....?
Apa yang terjadi? Jika hari selasa mendadak listrik mati seharian dan kita tak bisa menghasilkan satu baju pun, maka beban deadline di hari rabu menjadi 6 baju. Kamis kita takziah dan hanya bisa mengerjakan 1 baju. Maka beban deadline hari jumat menjadi 8 baju. Dan seterusnya....
Efek akumulasi ini yang sering lupa kita kalkulasi. Solusinya? Kosongkan waktu dalam rentang tertentu. Kita bisa mengosongkan sehari dalam seminggu, atau seminggu dalam satu bulan, untuk 'menghabiskan' akumulasi deadline tadi.Dan jika waktu kosong yg kita alokasikanuntuk akumulasi order tidak terpakai, kita bisa refreshing, tanpa dibebani pekerjaan....Atau mengerjakan order yg belum waktunya jadi. Pasti surprise buat pelanggan. Asik kan?
Saya sendiri sabtu dan senin harus kosong dari jadwal. Sabtu karena, Kalo ga ada tumpukan order bisa libur sabtu minggu.Senin karena, tukang jahit biasanya senin ada saja yg gantian bolos.
Pasal 4.
Ini tips untuk penjahit yg sudah memiliki tukang jahit lebih dari 5 orang.Menunjuk asisten untuk mengelola deadline. Misalnya istri atau suami, atau salah satu karyawan kita.Tugasnya?1. Saat kita mulai bekerja dipagi hari, asisten harus tahu, order siapa saja yang harus selesai hari ini.
2. Jika kita terima order, asisten yg menentukan tanggal jadi. Bukan kita.
3. Tugas inti asisten ini adalah melakukan sinkronisasi antara penerimaan order dan kapasitas produksi. Juga menetralisir jika ada akumulasi order.
Tugas eksekusi order dan manajemen waktu itu tugas ringan jika dipisah dan dikelola oleh orang yg berbeda. Tapi jika dua tugas itu kita handle sendiri, maka tekanan kerja akan sangat berat.
Noted: Kita harus profesional, patuh pada keputusan asisten tentang tanggal yang sudah dijadwalkan. Meskipun owner, kitatidak boleh intervensi. Misalnya jika ada order dan asisten bilang tidak bisa, kita juga harus menolak. Kecuali jika customer mau mengikuti jadwal yg sudah diberikan asisten.
Pasal 5.
Manajemen fermak.Tidak jarang kita menerima komplain lalu revisi.Revisi harus segera dikerjakan, karena itu satu paket dengan order yang belum selesai.Begitupun ketika ada fermak potong celana, pasang resleting dll. Pasti minta selesai hari itu juga. Secara kalkulasi waktu, sebenarnya tidak ada alokasi waktu untuk revisi. Jika kita mengerjakan pada jam kerja, pasti akan memakan alokasi waktu order. Dan, itu merusak manajemen order, menimbulkan akumulasi deadline. Solusinya?1. Kerjakan fermak/revisi diluar jam kerja.
2. Sediakan hari/waktu khusus untuk fermak.
3. Tugaskan tukang jahit khusus untuk fermak. Tukang jahit ini tidak dihitung kapasitas produksinya dalam kalkulasi manajemen order.
Pasal 6.
Masalah klasik penjahit adalah, saat order yg selesai tepat waktu tidak diambil, kita pun beranggapan bahwa yang lain juga akan seperti itu. Akhirnya kita bilang "ah, paling juga ga diambil. mending jahit yg lain, yg jadi duit". Nah, disini letak kesalahan fatalnya. Kenapa? Karena ketika kita tidak mengerjakan order tsb, justru diambil tepat waktu.Orientasi kita adalah TEPAT WAKTU PENGERJAAN. BUKAN TEPAT WAKTU JADI DUIT. Seperti yg saya sampaikan di pasal sebelumnya, sediakan uang untuk kebutuhan rumah tangga 1 bulan kedepan. Jadi kita jangan menunggu order diambil untuk kebutuhan rumah tangga.Solusinya? Ketika ada order masuk, pastikan kita tahu alamat jelasnya. Dalam hal ini saya ada delivery. Karena bisa saja pelanggan sibuk atau lupa. Ada kemungkinan, pelanggan gak punya duit. Tapi persentasenya kecil.
Ada anggapan memang, mengantar order terkesan kita butuh duit. Tapi saya tak peduli. Kenyataannya pelanggan justru senang order diantar. Kita juga dapat duit tepat waktu. Sudah jadi 'dalil'...Penjahit gak tepat pelanggan kecewa. Tapi jika pelanggan tidak tepat, sah sah aja.
Di Posting oleh Sentot Wicaksono di http://rajinrapi.blogspot.co.id/2016/10/agar-penjahit-tepat-waktu.html

EmoticonEmoticon